BENGKULU (HUMAS) — Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Bengkulu menyatakan komitmen kuat untuk memperkuat pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembacaan ikrar pembangunan Zona Integritas yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si, dalam apel siaga Komitmen Pembangunan ZI Tahun 2026 yang digelar pada Selasa (14/4/2026).
Dalam ikrar yang dibacakan secara bersama-sama, seluruh ASN menegaskan tiga poin utama sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan fungsi. Pertama, bertekad dan bersungguh-sungguh dalam mendukung pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM. Kedua, mengedepankan prinsip profesionalitas dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan tugas. Ketiga, menjunjung tinggi nilai kejujuran, kode etik, serta etos kerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Usai pembacaan ikrar, dilanjutkan dengan penandatanganan fakta integritas yang diawali oleh Kakanwil, Kepala Bagian Tata Usaha Dr. Sri Ikhsan, M.Pd.I, para Kepala Bidang, para Pembimbing Masyarakat (Pembimas), Ketua Tim Kerja, hingga seluruh ASN di jajaran Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu.
Kakanwil Dr. H. Saefudin menegaskan bahwa ikrar dan penandatanganan fakta integritas ini merupakan langkah awal dan strategis dalam memperkuat fondasi reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama, khususnya di Provinsi Bengkulu.
“Ikrar ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud komitmen nyata seluruh ASN untuk membangun birokrasi yang bersih, transparan, dan akuntabel. Ini adalah tanggung jawab moral sekaligus profesional dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Karenanya, Kakanwil mengingatkan bahwa pembangunan Zona Integritas membutuhkan konsistensi dan kesungguhan dari seluruh elemen organisasi. Setiap ASN dituntut untuk tidak hanya memahami nilai-nilai integritas, tetapi juga mengimplementasikannya dalam setiap aspek pekerjaan sehari-hari. (Ttg)